-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumat, 11 Januari 2013 - 09:06:10 WIB
Kematian RI Menyedot Perhatian Aljazeera Network
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
Komhukum (Jakarta) - Kasus dugaan pelecehan seksual bocah RI ternyata bukan saja menyita perhatian media nasional namun kasus yang masih menjadi teka-teki ini juga ternyata menyita perhatian media asing yaitu Aljazeera Network.
Saat berbincang-bincang Stephanie Vaessen, koresponden Aljazeera untuk Indonesia mengatakan hal pertama yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah latar belakang lingkungan dan ekonomi keluarga korban.
"Yang menarik kasus ini pertama dari segi keluarga korban yang tinggal di lingkungan keluarga miskin. Sehingga kurang memperhatikan masalah kesehatan," ujar Step kepada Komhukum.com di kediaman korban bocah RI, Jalan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (10/01).
Perempuan yang akrab disapa Step ini melanjutkan, kedua, hal yang menjadi perhatian Aljazeera, adalah persoalan medis. Karena selama korban dirawat di rumah sakit pada akhirnya nyawa korban tidak dapat tertolong.
"Ini kan sudah ditangani medis, ada empat dokter yang menangani, tapi korban tidak dapat tertolong. Kenapa pihak medis tidak bisa mendeteksi sejak dini apa penyakitnya," ujarnya.
Namun secara umum, Step menambahkan, hal yang biasa menjadi perhatian Aljazeera adalah berbagai persoalan keterbelakangan hingga akhirnya menimbulkan persoalan-persoalan.
"Aljazeera sesuai jargonya selalu menyuarakan masalah-masalah yang termarginalkan," imbuh bule asal Belanda itu. (K-5/Shilma)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terkait Kasus RI, Kompolnas Datangi Kapolres Jakarta Timur
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
Komhukum (Jakarta) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) hari ini mendatangi Kapolres Jakarta Timur, guna mendukung kepolisian menyelidiki kasus yang menimpa RI (11) bocah malang yang meninggal Minggu (6/01), diduga karena kekerasan seksual, Rabu (9/1/13) siang.Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
Menurut salah seorang Anggota Kompolnas, Muhammad Nasser mengatakan tujuan kedatangannya untuk mendukung kepolisian menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan terhadap bocah RI (11) dan saat ini Polisi sedang menunggu hasil visum untuk menelusuri kasus tersebut.
"Kami melihat adanya keseriusan yang tinggi dan diuji dengan kecerdasan, baik dari penyidik dan Polres Jakarta Timur. Kami periksa semua berkas, hasilnya sudah bagus tapi sampai saat ini Polres sedang menunggu hasil visum dari RSCM. Semoga bisa segera disampaikan sebagai penambah informasi untuk kepolisian" kata Nasser di Mapolres Jakarta Timur.
Kompolnas yakin Polres Jakarta Timur yang dibantu Polda Metro Jaya mampu mengungkap kasus ini, meskipun kasus dugaan pemerkosaan ini bukan termasuk kasus mudah karena korban sudah meninggal.
"Kasus ini bukan kasus yang mudah diungkap. Ini kasus sulit. Tetapi saya melihat dengan metode dan apa yang sudah dilakukan akan mampu mengungkap siapa pelaku utama," jelasnya.
Sebelum meninggal dunia, RI sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta Timur, pada tanggal (29/12). Dia dilarikan ke rumah sakit itu karena mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.
Bocah RI diduga mengalami tindakan kekerasan seksual karena pada alat vitalnya ditemukan luka dan infeksi hingga keluar belatung.
Sampai bocah malang itu meninggal pada hari Minggu, 06 Januari 2013, sekitar pukul 06.00 WIB, tidak ada ungkapan dari mulutnya perihal penyebab infeksi pada kelaminnya. Sebab, RI yang semula periang, tiba-tiba menjadi pendiam.
Sejauh ini, Polres Metro Jakarta Timur sudah memeriksa 17 saksi terkait kasus RI. Salah satu yang diperiksa adalah teman dekat RI.
"Sampai saat ini Sudah ada 17 orang saksi yang kita periksa," kata Kapolres Jaktim Kombes Pol Mulyadi Kaharni di kantornya. Ia mengatakan bahwa untuk hari ini polres memeriksa beberapa saksi.
"Tambah 1 orang kawan dekatnya. Ada beberapa saksi yang kita periksa hari ini kita periksa 3 sampai 4 saksi," pungkas Mulyadi.
Namun, siapa teman dekat yang diperisa, Mulyadi tidak mau membeberkan identitasnya. (K-5/Shilma)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ini Goresan Terakhir RI, Bocah Korban Kekerasan Seksual
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
Komhukum (Jakarta) - Meninggalnya RI (11), bocah yang diduga mengalami kekerasan seksual sampai saat ini masih menyisahkan duka yang begitu mendalam .Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
RI meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan pada hari Minggu, 06 Januari 2013 sekitar pukul 06.00 WIB
Dari keterangan ibu RI, di dalam tas sekolah milik almarhumah ditemukan sebuah undangan ulang tahun yang ditulisnya sendiri ke selembar kertas menggunakan tulisan tangan.
"Kemarin Selasa (8/01) ade ipar saya ada yang mimpi RI, katanya di tas ada barang kecil disuruh cari, pas dicari ditemuin ini, amplop yang isinya undangan tulisan RI sendiri," ujar ibu RI dengan mimik muka murung, Rabu (9/01).
Dalam selembar kertas undangan yang sudah dilipat rapi itu menyuratkan harapan almarhumah bisa merayakan ulang tahun dengan teman-teman terdekatnya.
"Salam bahagiaku selalu, teman-temanku alangkah senangnya aku pada hari ulang tahunku yang 11 tahun datang ke rumahku, agar bisa menghadiri acara ulang tahun dilaksanakan pada, Sabtu 21 April 2013," tulis RI dalam surat tersebut.
Dalam helai kertas yang berbeda dituliskan juga beberapa nama temannya yang hendak diundang dalam perayaan ulang tahunnya tersebut. RI menuliskan 12 teman wanita yang hendak dia undang dan 4 orang teman laki-laki.
Dan sebuah kalimat kecil,yang dianggap paling menyentuh terdapat dalam salah satu lembaran tersebut. "21 april ulang tahun yang sedih," tulis almarhumah dalam sehelai kertas yang disimpan bersama undangan tersebut
Menurut keterangan teman dekat almarhumah RI, bernama Rika, 12 tahun, selama ini almarhumah tidak pernah bercerita keinginan untuk merayakan ulang tahun.
"Dia (RI) tidak pernah ngomong ingin merayakan ulang tahun atau bercerita apa-apa, kalau main ya main saja, paling main lari-larian atau main bekel, kalau main karet dia cuma ngeliatin aja karena nggak bisa katanya," kenang Rika
Menurut keterangan kedua orang tua RI, memang selama ini belum pernah mengadakan perayaan ulang tahun untuk anak bungsunya tersebut. Kedua orang tuanya tidak pernah tahu bahwa RI ingin merayakan ulang tahun dan mengundang teman-temannya.
"Anak saya tidak pernah bilang kalau ingin merayakan ulang tahun. Terus ngundang teman-temannya. Ya karena keadaan juga jadi kami belum pernah rayain juga kalau dia ulang tahun," Kata Ibu almarhumah.
Rencananya, seluruh keluarga dan para tetangga di sekitar rumahnya akan menggelar tahlilan selama tujuh hari untuk mendoakan mendiang.
Ini isi surat undangan ulang tahun lengkap almarhumah RI yang aslinya ditulis tangan:
Kepada
Teman-temanku siswa kelas V
Di SD Pulogebang 22 Pt (Petang)
Salam Bahagiaku selalu, teman-temanku alangkah senangnya aku pada hari ulang tahunku yang ke 11 tahun datang ke rumahku agar bisa menghadiri acara ulang tahun dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Sabtu 21 April 2013
Waktu : 03.00 s/d 05.00
Alamat : Jln Rawa Bebek Rt 002/01
Jangan lupa tepat waktu, kami ucapkan terimakasih
Salam Manis
RI
Demikian isi surat terakhir dari RI. (K-5/Shilma)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
kasian banget ya :') makanya kita harus lebih berhati-hati lagi oke!



0 komentar:
Posting Komentar